Kamis, 24 April 2014

THE SCREAM



Happy Reading ^^

Kyuhyun POV
“TIDAAAKKKK...” Aku terbangun dari tidur nyenyakku karena mimpi itu lagi. Napasku begitu terengah-engah. Keringat dingin pun mengucur dari kening dan pelipisku. Mimpi itu. Mimpi itu datang lagi. Entah untuk yang keberapa kalinya dia hadir di mimpiku. Memberitahukanku tentang sesuatu yang mungkin orang lain tidak mengetahuinya.
            Aku meremas sprei yang membungkus kasur single size milikku ini. Rasanya aku ingin menangis jika melihat penampilannya di dalam mimpi-mimpiku. Dia. Orang yang sangat aku sayangi. Orang yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri karena aku sudah tidak punya keluarga lagi. Kedua orangtua dan kakak perempuanku telah meninggal dalam peristiwa kecelakaan pesawat saat aku berusia delapan tahun. Maka dari itu, sejak usia delapan tahun sampai sekarang ini, aku hanya dekat dengan keluarga bibi. Adik dari ayahku. Dan bibiku itu mempunyai seorang anak perempuan tunggal yang sudah mendeklarasikan bahwa ia bersedia menjadi adikku. Dia. Choi Mi Ra. Gadis yang selalu hadir di dalam mimpiku.
**

Selasa, 08 April 2014

ENVY AND JEALOUS



Ri Rin POV
Aku mencengkeram dengan kuat handphone yang sekarang ini masih berada di tanganku. Kalian tahu? Aku hampir saja membanting handphone tersebut karena terlalu kesal. Tapi aku masih menahan diri. Aku tidak ingin dimarahi orangtuaku karena membanting handphone hingga hancur tak berbentuk. Bisa-bisa, uang sakuku selama ini akan dipotong banyak.
            Sebagai gantinya, aku membanting handphone itu ke atas ranjang. Aku benar-benar kesal sekarang. Cho Kyuhyun yang bodoh itu sukses membuat darahku naik akibat perbuatannya.
            Aku mendengar seseorang membuka pintu apartmentku. Dan, langkah kaki yang mendekat ke arah kamarku. Aku tahu siapa yang datang. Tidak usah bertanya lagi. Pasti pria bodoh itu. Hah, aku ingin sekali mencabik-cabik wajah tampannya itu.
            Benar saja. Kyuhyun membuka pintu kamarku, kemudian berjalan mendekati ranjangku. Dia baru saja selesai perform di Inkigayo hari ini karena hari ini merupakan hari terakhir bagi Super Junior-M untuk tampil dalam rangka mempromosikan album yang berjudul Swing itu.
            “Berhenti. Jangan mendekat,” cegahku ketika hampir saja Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di atas ranjangku. Wajahnya terlihat lelah sekali. Sebenarnya aku prihatin dengannya dan juga member yang lain. Mereka harus mati-matian menahan rasa lelah hanya untuk memberikan penampilan yang terbaik dan untuk menyenangkan hati para penggemar agar penjualan album mereka benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.
            Kyuhyun tidak jadi duduk, pria itu kemudian menegakkan tubuhnya dan berdiri di sisi ranjangku. “Kenapa?” tanyanya tak mengerti.

Sabtu, 05 April 2014

IT'S SO AMAZING




Ri Rin POV
Hei, kalian tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang ini? Ku rasa, sekarang aku sudah mulai tertular jiwa-jiwa seorang fangirl.  Kalau kalian ingin tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang ini adalah, jawabannya, aku sedang menyaksikan video performance  Swing dari Super Junior-M di Mcoutdown.
            Aku benar-benar penasaran bagaimana mereka tampil terutama dengan pria itu. Aku memang menolak ajakan pria itu. Aku tidak mau telinga ini menjadi sakit akibat teriakan-teriakan penggemar Super Junior. Yaah walaupun pada akhirnya pada Jumat, 28 Maret 2014 yang lalu aku datang untuk menyaksikan penampilan mereka di acara Music Bank.
            Sebenarnya aku datang karena ingin memberikan kejutan untuk pria itu. Terbukti kan kalau memang akhirnya pria yang bernama Cho Kyuhyun itu terkejut? Hahaha. Tentu saja. Sudah sangat lama ia menginginkan kehadiranku di setiap konser Super Junior, tapi aku selalu menolaknya.

Kamis, 03 April 2014

THE REASON : PROBLEM?



Kyuhyun POV
Thursday, March 27th 2014
Aku berdiri persis di depan pintu apartment Ri Rin yang masih tertutup rapat ini. Sudah beberapa kali aku mengetuk pintu itu, namun tidak ada sahutan sedikit pun dari dalam.
            Aku cukup kesal. Ke mana gadis itu sebenarnya? Aku memegangi knop pintu, dan baru menyadari kalau pintu tersebut tidak terkunci.
            Hah, kenapa tidak dari tadi saja? batinku dalam hati.
            Aku masuk ke dalam, menutup pintu dan meletakkan sepatu di rak yang telah disediakan.
            Tubuhku benar-benar lelah. Setelah penampilanku bersama member Super Junior-M tadi di acara Mcoutdown dalam rangka mempromosikan album ketiga kami yang berjudul Swing, aku langsung berpamitan kepada member yang lain untuk berkunjung ke apartment Ri Rin.

THE REASON : IT'S YOU


Ri Rin menggedor-gedor pintu apartement member Super Junior. Sesekali ia menekan tombol bel yang terpasang di dekat pintu dengan kesal. Sebenarnya ini perilaku yang tidak sopan kan? Namun apa boleh buat, awalnya Ri Rin sudah mengetuk pintu itu lebih dari enam kali, tetapi tetap tidak ada jawaban. Sahutan pun tidak. Gadis itu benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan seseorang untuk menanyakan sesuatu yang menurutnya sangat penting.
            Ri Rin terus menggedor pintu tersebut dan kini menggunakan kedua kepalan tangannya.
            Oppa,” serunya kencang.
            Ri Rin menghentikan aksinya itu ketika mendengar sahutan dari dalam. “Ya sebentar.”
            Tak lama kemudian, pintu tersebut terbuka. Seorang pria muncul dari balik pintu. Pria itu terlihat imut walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.
            “Aish, Ri Rin-ah. Kenapa kau menggedor pintu? Kau tidak punya sopan-santun, heh?” protes pria tersebut.