Ri Rin berjalan ke luar pagar rumahnya dengan kesal.
Ia bosan jika berada di rumah. Sangat bosan. Setiap hari harus mendengar
pertengkaran kedua orangtuanya yang selalu mengeluarkan kata-kata cerai dari
mulut masing-masing. Ia ingin pergi dari rumah, tapi ia tak bisa. Walau
bagaimana pun, kedua orangtuanya lah yang telah membesarkannya sampai sekarang
ini. Meski pun kejadian satu tahun yang lalu menerpa kehidupan keluarganya dan
mengakibatkan sebuah perceraian menjadi keputusan terbaik bagi kedua
orangtuanya, tapi gadis itu tetap menyayangi kedua paruh baya itu.
Ri
Rin membuka pagar sebuah rumah yang terletak persis di samping rumahnya. Tanpa
permisi, ia segera melangkahkan kakinya ke teras rumah tersebut dan menekan bel
yang ada di dekat pintu.
Tiga
kali ia menekan bel tersebut, dan baru lah seseorang muncul dari balik pintu.
Seseorang yang amat dikenalinya sejak belasan tahun yang lalu. Seseorang yang
muncul dengan pakaian tidurnya, rambut hitamnya sebahu, serta matanya yang
besar. Mirip sekali dengan mata seseorang yang amat dekat dengannya.
“Ri
Rin-ah?”
“Ne eonni. Kyuhyun ada?” tanyanya pada
seseorang tersebut.
