Jumat, 28 Maret 2014

SECOND HOME



Ri Rin berjalan ke luar pagar rumahnya dengan kesal. Ia bosan jika berada di rumah. Sangat bosan. Setiap hari harus mendengar pertengkaran kedua orangtuanya yang selalu mengeluarkan kata-kata cerai dari mulut masing-masing. Ia ingin pergi dari rumah, tapi ia tak bisa. Walau bagaimana pun, kedua orangtuanya lah yang telah membesarkannya sampai sekarang ini. Meski pun kejadian satu tahun yang lalu menerpa kehidupan keluarganya dan mengakibatkan sebuah perceraian menjadi keputusan terbaik bagi kedua orangtuanya, tapi gadis itu tetap menyayangi kedua paruh baya itu.
            Ri Rin membuka pagar sebuah rumah yang terletak persis di samping rumahnya. Tanpa permisi, ia segera melangkahkan kakinya ke teras rumah tersebut dan menekan bel yang ada di dekat pintu.
            Tiga kali ia menekan bel tersebut, dan baru lah seseorang muncul dari balik pintu. Seseorang yang amat dikenalinya sejak belasan tahun yang lalu. Seseorang yang muncul dengan pakaian tidurnya, rambut hitamnya sebahu, serta matanya yang besar. Mirip sekali dengan mata seseorang yang amat dekat dengannya.
            “Ri Rin-ah?”
            Ne eonni. Kyuhyun ada?” tanyanya pada seseorang tersebut.

A NIGHTMARE?


Shin Ri Rin. Gadis itu. Kini tengah berdiri di atas sebuah bukit di mana terlihat pemandangan yang memukai hati di bawah sana. Semilir angin menyapu lembut di setiap permukaan kulitnya dan mengibaskan rambutnya yang tergerai panjang itu.
            Ia tidak tahu dan tidak pernah tahu di mana sekarang ini kakinya berpijak. Tapi Ri Rin tidak mempermasalahkan itu. Lagipula, apa yang dilihatnya sekarang ini bukanlah hal yang patut untuk dikhawatirkan. Alam keindahan ini benar-benar membuat dirinya tidak bisa berhenti untuk berdecak kagum.
            “Sepertinya kau sangat mengagumi keindahan di sini,” kata seseorang. Ri Rin menoleh dan mendapati seorang pria berperawakan tinggi sudah berdiri di sampingnya. Mata Ri Rin berbinar sekaligus menatap pria itu bingung. Siapa pria itu? Bukankah tadi ia sendirian di tempat ini? Dan kenapa pria itu terlihat begitu....tampan dan menyilaukan?

Sabtu, 08 Maret 2014

IN MY DREAM

Kim Jong Woon. Atau yang biasa dipanggil Yesung. Seorang pria dengan tinggi tubuh sekitar 178 sentimeter, rambut yang dibuat dengan model berponi dan dibiarkan acak-acakan itu tengah menemani ibunya di sebuah toko buku.
            Tadi, sekitar pukul setengah delapan malam, pria itu ditelphone ibunya untuk mengantarkan wanita paruh baya itu ke toko buku. Pasalnya, Yesung tidak tinggal di rumah keluarganya, melainkan tinggal di sebuah apartement yang jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota Seoul.
            Eomma, kenapa tiba-tiba memintaku untuk menemani ke toko buku seperti ini?” dumel Yesung yang terus membuntuti ibunya bak sebuah ekor.
            Eomma ingin mencari sebuah buku memasak. Kau tidak ingat, bibimu yang tinggal di Beijing  akan datang,” jawab ibunya sambil terus melihat-lihat  rak yang menyimpan buku-buku begitu rapi, mencari buku memasak.
            “Tapi kan tidak harus malam ini juga. Besok kan bisa,” katanya tak mau kalah.
            Ibunya mendecak sebal dan menatap Yesung dingin. “Sudahlah, tutup saja mulutmu itu! Aku ini kan ibumu. Kau mau menjadi anak yang tidak berbakti pada orangtuanya?”