Ri Rin menggedor-gedor pintu apartement member Super
Junior. Sesekali ia menekan tombol bel yang terpasang di dekat pintu dengan
kesal. Sebenarnya ini perilaku yang tidak sopan kan? Namun apa boleh buat,
awalnya Ri Rin sudah mengetuk pintu itu lebih dari enam kali, tetapi tetap
tidak ada jawaban. Sahutan pun tidak. Gadis itu benar-benar tidak sabar ingin
bertemu dengan seseorang untuk menanyakan sesuatu yang menurutnya sangat
penting.
Ri
Rin terus menggedor pintu tersebut dan kini menggunakan kedua kepalan
tangannya.
“Oppa,” serunya kencang.
Ri
Rin menghentikan aksinya itu ketika mendengar sahutan dari dalam. “Ya
sebentar.”
Tak
lama kemudian, pintu tersebut terbuka. Seorang pria muncul dari balik pintu.
Pria itu terlihat imut walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.
“Aish,
Ri Rin-ah. Kenapa kau menggedor
pintu? Kau tidak punya sopan-santun, heh?” protes pria tersebut.
Pria
itu menghela napas. “Baiklah. Aku minta maaf. Di apartement ini hanya ada aku dan
Kyuhyun saja. Aku sedang di dapur tadi, dan temanmu itu sedang di kamar. Jadi,
maklum saja kalau kami tidak mendengar.”
“Kebetulan
oppa membicarakan Kyuhyun, ke mana
pria itu? Aku ingin bertemu dengannya,” ujar gadis itu tidak sabaran.
“Ada
apa kau ingin bertemu dengannya? Dan tampangmu itu, seperti sedang kesal saja.
Apa ada masalah dengannya?” tebak pria itu.
“Ya.
Aku sedang kesal dengannya,” jawabnya sambil masuk ke dalam apartement tanpa
permisi dan melewati pria imut itu.
Pria
tersebut mengikuti Ri Rin. “Nona Shin, ada apa sebenarnya, heh?”
Ri
Rin berbalik, menatapnya tajam. “Sungmin oppa,
bisa diam sebentar? Aku hanya ingin bertemu dengan pasangan tersayangmu itu.
Tolong panggilkan. Aku tidak ingin membuang-buang waktu di sini.”
Sungmin
mengernyit. “Kau seperti orang yang sedang kerasukan makhluk halus, tahu
tidak?”
Ri
Rin berdecak kesal. “Bisa kau panggilkan dia?”
“Tidak
perlu. Aku sudah ada sini,” jawab suara seseorang.
Ri
Rin langsung memasang wajah menantang ketika melihat Kyuhyun berjalan
mendekatinya dan Sungmin.
“Nah,
ini sahabatmu sudah datang. Sepertinya kalian mempunyai ikatan batin yang kuat
sampai-sampai pria ini datang tanpa ku panggil terlebih dahulu,” komentar
Sungmin.
“Aku
mendengar suara ribut-ribut. Setelah aku mendengarkan dengan saksama, aku
mengenali suara gadis ini. Makanya aku langsung keluar kamar,” jawab Kyuhyun.
“Aku
ingin menanyakan sesuatu denganmu Tuan Cho!” kata Ri Rin dengan nada kesal.
“Hyung, bisa kau tinggalkan kami?” pinta
Kyuhyun.
Sungmin
mengangkat kedua bahunya. “Tentu. Karena yang bisa menghadapi gadis ini ketika
sedang kesal hanya kau, Cho Kyuhyun. Gadis ini seperti sedang kerasukan.”
Sungmin
berlari ketika melihat Ri Rin mendelik tajam ke arahnya dan berteriak. “YAK OPPA!”
“Ada
apa?” tanya Kyuhyun to the point pada
gadis yang tengah berdiri berhadapan tak jauh dengannya.
“Aku
ingin bertanya padamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur!” jawab Ri Rin.
“Baiklah.”
“Aku
baru membuka internet tadi dan mendapati berita atau lebih tepatnya rumor, kalau
kau menyukai trainer yang bernama
Seulgi. Apa itu benar?” tanya Ri Rin.
“Tidak,”
jawab pria itu singkat.
“Kalau
tidak, kenapa kau memberinya semangat dalam sebuah pesan yang dividiokan di
radio star?” desak Ri Rin.
“Oh.
Aku hanya memberi semangat untuk dongsaeng
ku saja. Apa itu salah?” balas Kyuhyun.
Ri
Rin mengabaikan jawaban Kyuhyun.
“Lalu,
ada berita lagi yang menyatakan kalau kau menyukai HyunA. Apa itu benar?”
“Tidak
juga.”
“Kalau
tidak, kenapa saat kau dan dia menjadi bintang tamu di variety show happy
together, semua orang meledekimu menyukainya? Bahkan, ketika kau menyanyi, kau
sesekali melirik ke arahnya. Dengan kejadian seperti itu, kau masih berani
menjawab tidak, hah?”
Kyuhyun
terkekeh. “Aku hanya mencari sensasi saja. Aku merasa kalau di sebuah variety
show tidak ada hal-hal yang seperti itu, tidak akan seru.”
Ri
Rin menatap Kyuhyun kesal. “Kau ini!” dengusnya. “Apa aku bisa mempercayai
ucapanmu itu, heh?”
“Kenapa
tidak?”
Ri
Rin menatap Kyuhyun. “Kalau kau tidak menyukai Seulgi ataupun HyunA, lalu
sekarang kau menyukai siapa? Kau tidak pernah memberitahuku tentang seseorang
yang kau sukai. Aku tahu kau ini artist, jadi hal-hal yang seperti itu menjadi privacy untukmu. Tapi aku sebagai teman,
tidak bisakah kau memberitahuku? Umurmu kan sudah tidak lagi muda, masa kau
belum menyukai seorang gadis?”
Alis
Kyuhyun saling bertaut. “Siapa bilang aku belum menyukai seorang gadis? Aku
bahkan sudah mencintai seorang gadis.”
Tubuh
Ri Rin menegang. “Benarkah? Siapa orangnya?”
“Kau
ingin tahu?”
“Tentu
saja. Siapa gadis itu? Pasti gadis itu sesuai dengan seleramu, kan? Gadis
idaman. Gadis itu cantik?”
“Yap.”
“Putih,
tinggi, berambut panjang, dan seagama denganmu?”
“Yap.
Kau benar.”
“Gadis
itu artist?”
“Bukan.
Dia hanya gadis biasa tapi mampu menarik perhatianku.”
“Siapa?”
tanya Ri Rin dengan suara pelan.
Kyuhyun
menghela napas lalu tersenyum. “Seseorang itu tengah berdiri di hadapanku
sekarang. Seseorang itu yang daritadi menuduh kalau aku menyukai Seulgi dan
HyunA.”
Ri
Rin mencelos. Ia merasa jantungnya berdetak tidak keruan. “Siapa? Aku?”
tanyanya tidak percaya.
Kyuhyun
mengangguk. “Iya. Memangnya, siapa yang sedari tadi berdiri di hadapanku dan
menuduhku yang tidak-tidak?”
Ri
Rin menelan ludah. “Bohong!”
“Sekarang
aku tanya padamu. Kita sudah berteman berapa lama?”
“Sembilan
tahun.”
“Selama
sembilan tahun kita berteman, apa pernah aku membohongimu?”
Ri
Rin menggeleng.
“Nah
kalau begitu, kenapa kau menganggapku bohong?”
“Ya
karena aku tidak percaya, bodoh!”
Kyuhyun
berjalan mendekati Ri Rin. Gadis itu bisa mati mendadak rasanya. “Kau mau bukti
yang akurat kalau aku tidak main-main dengan ucapanku?”
“Boleh.”
Ketika
Kyuhyun sudah berada dengan jarak yang begitu dekat dengan Ri Rin, pria itu mendekatkan
wajahnya ke wajah Ri Rin. Detik berikutnya mata Ri Rin terbelalak hebat tatkala
Kyuhyun mencium bibirnya sekilas.
Kyuhyun
menjauhkan wajahnya dan menyeringai melihat ekpresi Ri Rin yang begitu
terkejut. “Bagaimana?” tanyanya.
Ri
Rin mengerjap. “Yak kau!” protesnya. “Kenapa menciumku, hah?”
“Itu
buktinya. Tadi kau memintaku untuk memberikanmu bukti, kan? Itu bukti yang
akurat,” jawab Kyuhyun.
Wajah
Ri Rin memanas. Astaga. Bagaimana bisa Kyuhyun melakukan itu padanya? Bisa-bisa
ia tidak dapat menahan diri untuk memberitahu pria ini.
Ri
Rin terkesiap ketika Kyuhyun tiba-tiba menariknya dan memeluk tubuh mungilnya
itu.
Kyuhyun
mengelus-elus rambut Ri Rin pelan. “Kau tahu? Aku sudah lama ingin memberitahumu
tentang ini. Tapi aku masih berpikir ulang. Sepertinya untuk memberitahu hal
yang seperti ini padamu tidaklah mudah. Gadis serampangan sepertimu? Hah, aku
heran sendiri kenapa aku bisa menyukaimu. Tidak, mencintaimu lebih tepatnya.”
Ri
Rin menelan ludah dengan susah payah. Itu berarti, Kyuhyun menyukainya sejak
lama?
“Kyu,”
panggil Ri Rin pelan.
“Hmm?”
sahut pria itu terus memeluk Ri Rin.
“Aku
ingin mengatakan sesuatu,” kata gadis itu.
Lantas Kyuhyun
melepaskan pelukannya dan menatap Ri Rin lekat. “Apa?”
Ri
Rin memberanikan untuk menatap mata pria itu. Ia mengepalkan kedua tangannya
kuat, dan merasa kalau telapak tangannya basah oleh keringat.
Ya.
Ini saat yang tepat untuk mengatakan kalau.....
“Aku
menyukaimu,” ucap Ri Rin cepat.
Pria
bernama Kyuhyun mengangkat kedua alisnya. “Ya?” tanyanya tak percaya dengan
pendengarannya.
“Aku
tidak ada minat untuk mengulanginya. Cukup sekali kata-kata itu keluar dari
mulutku. Terserah kau mendengarnya atau tidak,” kata Ri Rin.
Kyuhyun
terkikik, geli sendiri dengan tingkah laku gadis yang ada di hadapannya ini.
“Aku tahu itu.”
Ri
Rin ternganga. “Bagaimana bisa?”
“Kau
tidak ingat beberapa menit yang lalu kau melakukan apa padaku? Menuduhku
tentang rumor sialan itu? Rumor kalau aku menyukai Seulgi dan HyunA? Kau jangan
terlalu percaya dengan sebuah rumor. Kau jangan percaya tentang hal-hal yang
tidak keluar dari mulutku sendiri. Itu hanya sebuah berita. Berita yang tidak
benar,” kata Kyuhyun.
“Tapi
kau pernah mengatakan kalau kau ingin berkolaborasi dengan HyunA, kan?” cerocos
Ri Rin.
“Ya.
Itu memang benar. Aku tahu dia gadis yang cantik dan sexy, tapi aku mengatakan
hal tersebut hanya untuk bergurau saja. Kau tidak perlu khawatir. Karena, kau
tanpa permisi selalu mengusik pikiranku dan membuat aku berpikir ulang tentang
perasaanku padamu.”
“Bagaimana bisa kau menyukaiku?”
“Aku
tidak menyukaimu. Tapi aku mencintaimu,” koreksi Kyuhyun.
“Ya
itulah pokoknya. Jelaskan padaku alasannya. Aku khawatir kau hanya main-main
saja.”
“MWO? Jadi kau masih menganggap aku
main-main? Hei, bahkan aku sudah memberimu bukti yang akurat. Kau mau bukti
yang seperti apa lagi memangnya hah?” desis Kyuhyun.
Gadis
itu mengerling nakal. “Masa kau tidak tahu aku ingin bukti yang seperti apa
lagi?”
Kyuhyun
menyunggingkan senyuman miringnya. “Aku tahu jalan pikiranmu, nona. Tapi, aku
tidak mau melakukannya. Bagaimana kalau ada yang melihat? Apalagi kalau sampai
ada paparazzi yang memergoki kita. Bisa-bisa, kau habis oleh mereka semua.”
“Di
apartement ini kan hanya ada aku dan kau. Sungmin oppa juga sedang di kamar, kan?”
“Tapi
tetap saja aku tidak mau. Itu tadi cukup sekali dariku sekaligus untuk
membuktikan kalau aku tidak main-main dengan ucapanku. Sekarang kau percaya
kan?”
Ri
Rin tersenyum. Ia menghambur ke dalam pelukan Kyuhyun. Pria itu melingkarkan
kedua tangannya di pinggang Ri Rin dan memluk gadis itu erat
“Aku
percaya,” jawab Ri Rin.
The
End

Tidak ada komentar:
Posting Komentar