Kamis, 03 April 2014

THE REASON : IT'S YOU


Ri Rin menggedor-gedor pintu apartement member Super Junior. Sesekali ia menekan tombol bel yang terpasang di dekat pintu dengan kesal. Sebenarnya ini perilaku yang tidak sopan kan? Namun apa boleh buat, awalnya Ri Rin sudah mengetuk pintu itu lebih dari enam kali, tetapi tetap tidak ada jawaban. Sahutan pun tidak. Gadis itu benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan seseorang untuk menanyakan sesuatu yang menurutnya sangat penting.
            Ri Rin terus menggedor pintu tersebut dan kini menggunakan kedua kepalan tangannya.
            Oppa,” serunya kencang.
            Ri Rin menghentikan aksinya itu ketika mendengar sahutan dari dalam. “Ya sebentar.”
            Tak lama kemudian, pintu tersebut terbuka. Seorang pria muncul dari balik pintu. Pria itu terlihat imut walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.
            “Aish, Ri Rin-ah. Kenapa kau menggedor pintu? Kau tidak punya sopan-santun, heh?” protes pria tersebut.
            Ri Rin berkacak pinggang. “Tentu saja aku masih punya sopan-santun. Tapi kesabaranku sudah habis. Karena aku sudah mengetuk pintu lebih dari enam kali lalu menekan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam sama sekali. Jadi, jangan salahkan aku,” balas Ri Rin tak mau kalah.
            Pria itu menghela napas. “Baiklah. Aku minta maaf. Di apartement ini hanya ada aku dan Kyuhyun saja. Aku sedang di dapur tadi, dan temanmu itu sedang di kamar. Jadi, maklum saja kalau kami tidak mendengar.”
            “Kebetulan oppa membicarakan Kyuhyun, ke mana pria itu? Aku ingin bertemu dengannya,” ujar gadis itu tidak sabaran.
            “Ada apa kau ingin bertemu dengannya? Dan tampangmu itu, seperti sedang kesal saja. Apa ada masalah dengannya?” tebak pria itu.
            “Ya. Aku sedang kesal dengannya,” jawabnya sambil masuk ke dalam apartement tanpa permisi dan melewati pria imut itu.
            Pria tersebut mengikuti Ri Rin. “Nona Shin, ada apa sebenarnya, heh?”
            Ri Rin berbalik, menatapnya tajam. “Sungmin oppa, bisa diam sebentar? Aku hanya ingin bertemu dengan pasangan tersayangmu itu. Tolong panggilkan. Aku tidak ingin membuang-buang waktu di sini.”
            Sungmin mengernyit. “Kau seperti orang yang sedang kerasukan makhluk halus, tahu tidak?”
            Ri Rin berdecak kesal. “Bisa kau panggilkan dia?”
            “Tidak perlu. Aku sudah ada sini,” jawab suara seseorang.
            Ri Rin langsung memasang wajah menantang ketika melihat Kyuhyun berjalan mendekatinya dan Sungmin.
            “Nah, ini sahabatmu sudah datang. Sepertinya kalian mempunyai ikatan batin yang kuat sampai-sampai pria ini datang tanpa ku panggil terlebih dahulu,” komentar Sungmin.
            “Aku mendengar suara ribut-ribut. Setelah aku mendengarkan dengan saksama, aku mengenali suara gadis ini. Makanya aku langsung keluar kamar,” jawab Kyuhyun.
            “Aku ingin menanyakan sesuatu denganmu Tuan Cho!” kata Ri Rin dengan nada kesal.
            Hyung, bisa kau tinggalkan kami?” pinta Kyuhyun.
            Sungmin mengangkat kedua bahunya. “Tentu. Karena yang bisa menghadapi gadis ini ketika sedang kesal hanya kau, Cho Kyuhyun. Gadis ini seperti sedang kerasukan.”
            Sungmin berlari ketika melihat Ri Rin mendelik tajam ke arahnya dan berteriak. “YAK OPPA!”
            “Ada apa?” tanya Kyuhyun to the point pada gadis yang tengah berdiri berhadapan tak jauh dengannya.
            “Aku ingin bertanya padamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur!” jawab Ri Rin.
            “Baiklah.”
            “Aku baru membuka internet tadi dan mendapati berita atau lebih tepatnya rumor, kalau kau menyukai trainer yang bernama Seulgi. Apa itu benar?” tanya Ri Rin.
            “Tidak,” jawab pria itu singkat.
            “Kalau tidak, kenapa kau memberinya semangat dalam sebuah pesan yang dividiokan di radio star?” desak Ri Rin.
            “Oh. Aku hanya memberi semangat untuk dongsaeng ku saja. Apa itu salah?” balas Kyuhyun.
            Ri Rin mengabaikan jawaban Kyuhyun.
            “Lalu, ada berita lagi yang menyatakan kalau kau menyukai HyunA. Apa itu benar?”
            “Tidak juga.”
            “Kalau tidak, kenapa saat kau dan dia menjadi bintang tamu di variety show happy together, semua orang meledekimu menyukainya? Bahkan, ketika kau menyanyi, kau sesekali melirik ke arahnya. Dengan kejadian seperti itu, kau masih berani menjawab tidak, hah?”
            Kyuhyun terkekeh. “Aku hanya mencari sensasi saja. Aku merasa kalau di sebuah variety show tidak ada hal-hal yang seperti itu, tidak akan seru.”
            Ri Rin menatap Kyuhyun kesal. “Kau ini!” dengusnya. “Apa aku bisa mempercayai ucapanmu itu, heh?”
            “Kenapa tidak?”
            Ri Rin menatap Kyuhyun. “Kalau kau tidak menyukai Seulgi ataupun HyunA, lalu sekarang kau menyukai siapa? Kau tidak pernah memberitahuku tentang seseorang yang kau sukai. Aku tahu kau ini artist, jadi hal-hal yang seperti itu menjadi privacy untukmu. Tapi aku sebagai teman, tidak bisakah kau memberitahuku? Umurmu kan sudah tidak lagi muda, masa kau belum menyukai seorang gadis?”
            Alis Kyuhyun saling bertaut. “Siapa bilang aku belum menyukai seorang gadis? Aku bahkan sudah mencintai seorang gadis.”
            Tubuh Ri Rin menegang. “Benarkah? Siapa orangnya?”
            “Kau ingin tahu?”
            “Tentu saja. Siapa gadis itu? Pasti gadis itu sesuai dengan seleramu, kan? Gadis idaman. Gadis itu cantik?”
            “Yap.”
            “Putih, tinggi, berambut panjang, dan seagama denganmu?”
            “Yap. Kau benar.”
            “Gadis itu artist?”
            “Bukan. Dia hanya gadis biasa tapi mampu menarik perhatianku.”
            “Siapa?” tanya Ri Rin dengan suara pelan.
            Kyuhyun menghela napas lalu tersenyum. “Seseorang itu tengah berdiri di hadapanku sekarang. Seseorang itu yang daritadi menuduh kalau aku menyukai Seulgi dan HyunA.”
            Ri Rin mencelos. Ia merasa jantungnya berdetak tidak keruan. “Siapa? Aku?” tanyanya tidak percaya.
            Kyuhyun mengangguk. “Iya. Memangnya, siapa yang sedari tadi berdiri di hadapanku dan menuduhku yang tidak-tidak?”
            Ri Rin menelan ludah. “Bohong!”
            “Sekarang aku tanya padamu. Kita sudah berteman berapa lama?”
            “Sembilan tahun.”
            “Selama sembilan tahun kita berteman, apa pernah aku membohongimu?”
            Ri Rin menggeleng.
            “Nah kalau begitu, kenapa kau menganggapku bohong?”
            “Ya karena aku tidak percaya, bodoh!”
            Kyuhyun berjalan mendekati Ri Rin. Gadis itu bisa mati mendadak rasanya. “Kau mau bukti yang akurat kalau aku tidak main-main dengan ucapanku?”
            “Boleh.”
            Ketika Kyuhyun sudah berada dengan jarak yang begitu dekat dengan Ri Rin, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Ri Rin. Detik berikutnya mata Ri Rin terbelalak hebat tatkala Kyuhyun mencium bibirnya sekilas.
            Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan menyeringai melihat ekpresi Ri Rin yang begitu terkejut. “Bagaimana?” tanyanya.
            Ri Rin mengerjap. “Yak kau!” protesnya. “Kenapa menciumku, hah?”
            “Itu buktinya. Tadi kau memintaku untuk memberikanmu bukti, kan? Itu bukti yang akurat,” jawab Kyuhyun.
            Wajah Ri Rin memanas. Astaga. Bagaimana bisa Kyuhyun melakukan itu padanya? Bisa-bisa ia tidak dapat menahan diri untuk memberitahu pria ini.
            Ri Rin terkesiap ketika Kyuhyun tiba-tiba menariknya dan memeluk tubuh mungilnya itu.
            Kyuhyun mengelus-elus rambut Ri Rin pelan. “Kau tahu? Aku sudah lama ingin memberitahumu tentang ini. Tapi aku masih berpikir ulang. Sepertinya untuk memberitahu hal yang seperti ini padamu tidaklah mudah. Gadis serampangan sepertimu? Hah, aku heran sendiri kenapa aku bisa menyukaimu. Tidak, mencintaimu lebih tepatnya.”
            Ri Rin menelan ludah dengan susah payah. Itu berarti, Kyuhyun menyukainya sejak lama?
            “Kyu,” panggil Ri Rin pelan.
            “Hmm?” sahut pria itu terus memeluk Ri Rin.
            “Aku ingin mengatakan sesuatu,” kata gadis itu.
Lantas Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Ri Rin lekat. “Apa?”
            Ri Rin memberanikan untuk menatap mata pria itu. Ia mengepalkan kedua tangannya kuat, dan merasa kalau telapak tangannya basah oleh keringat.
            Ya. Ini saat yang tepat untuk mengatakan kalau.....
            “Aku menyukaimu,” ucap Ri Rin cepat.
            Pria bernama Kyuhyun mengangkat kedua alisnya. “Ya?” tanyanya tak percaya dengan pendengarannya.
            “Aku tidak ada minat untuk mengulanginya. Cukup sekali kata-kata itu keluar dari mulutku. Terserah kau mendengarnya atau tidak,” kata Ri Rin.
            Kyuhyun terkikik, geli sendiri dengan tingkah laku gadis yang ada di hadapannya ini. “Aku tahu itu.”
            Ri Rin ternganga. “Bagaimana bisa?”
            “Kau tidak ingat beberapa menit yang lalu kau melakukan apa padaku? Menuduhku tentang rumor sialan itu? Rumor kalau aku menyukai Seulgi dan HyunA? Kau jangan terlalu percaya dengan sebuah rumor. Kau jangan percaya tentang hal-hal yang tidak keluar dari mulutku sendiri. Itu hanya sebuah berita. Berita yang tidak benar,” kata Kyuhyun.
            “Tapi kau pernah mengatakan kalau kau ingin berkolaborasi dengan HyunA, kan?” cerocos Ri Rin.
            “Ya. Itu memang benar. Aku tahu dia gadis yang cantik dan sexy, tapi aku mengatakan hal tersebut hanya untuk bergurau saja. Kau tidak perlu khawatir. Karena, kau tanpa permisi selalu mengusik pikiranku dan membuat aku berpikir ulang tentang perasaanku padamu.”
 “Bagaimana bisa kau menyukaiku?”
            “Aku tidak menyukaimu. Tapi aku mencintaimu,” koreksi Kyuhyun.
            “Ya itulah pokoknya. Jelaskan padaku alasannya. Aku khawatir kau hanya main-main saja.”
            MWO? Jadi kau masih menganggap aku main-main? Hei, bahkan aku sudah memberimu bukti yang akurat. Kau mau bukti yang seperti apa lagi memangnya hah?” desis Kyuhyun.
            Gadis itu mengerling nakal. “Masa kau tidak tahu aku ingin bukti yang seperti apa lagi?”
            Kyuhyun menyunggingkan senyuman miringnya. “Aku tahu jalan pikiranmu, nona. Tapi, aku tidak mau melakukannya. Bagaimana kalau ada yang melihat? Apalagi kalau sampai ada paparazzi yang memergoki kita. Bisa-bisa, kau habis oleh mereka semua.”
            “Di apartement ini kan hanya ada aku dan kau. Sungmin oppa juga sedang di kamar, kan?”
            “Tapi tetap saja aku tidak mau. Itu tadi cukup sekali dariku sekaligus untuk membuktikan kalau aku tidak main-main dengan ucapanku. Sekarang kau percaya kan?”
            Ri Rin tersenyum. Ia menghambur ke dalam pelukan Kyuhyun. Pria itu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ri Rin dan memluk gadis itu erat
            “Aku percaya,” jawab Ri Rin.
           
The End
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar