Sabtu, 05 April 2014

IT'S SO AMAZING




Ri Rin POV
Hei, kalian tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang ini? Ku rasa, sekarang aku sudah mulai tertular jiwa-jiwa seorang fangirl.  Kalau kalian ingin tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang ini adalah, jawabannya, aku sedang menyaksikan video performance  Swing dari Super Junior-M di Mcoutdown.
            Aku benar-benar penasaran bagaimana mereka tampil terutama dengan pria itu. Aku memang menolak ajakan pria itu. Aku tidak mau telinga ini menjadi sakit akibat teriakan-teriakan penggemar Super Junior. Yaah walaupun pada akhirnya pada Jumat, 28 Maret 2014 yang lalu aku datang untuk menyaksikan penampilan mereka di acara Music Bank.
            Sebenarnya aku datang karena ingin memberikan kejutan untuk pria itu. Terbukti kan kalau memang akhirnya pria yang bernama Cho Kyuhyun itu terkejut? Hahaha. Tentu saja. Sudah sangat lama ia menginginkan kehadiranku di setiap konser Super Junior, tapi aku selalu menolaknya.

            Oke, kembali pada kegiatanku sekarang ini. Aku benar-benar kagum menyaksikan penampilan mereka. Ini benar-benar luar biasa! Walaupun aku hanya menyaksikan lewat video di sebuah situs Youtube, tapi tidak akan dapat menghalangiku untuk berdecak kagum. Terutama pada Kyuhyun.
            Yeah! Pria itu benar-benar terlihat sangat tampan dengan balutan kaus lengan panjang yang berwarna putih, jas dan celana berwarna hitam, serta sepatu hitam-putih yang lebih didominasi oleh warna hitamnya.
            Rambut pria itu benar-benar membuatku ingin menjerit histeris. Aku benar-benar menyukai gaya rambutnya. Dia terlihat lebih...... sexy? Errr, itu terlalu berlebihan ya?
            Kyuhyun. Selalu saja memamerkan senyuman miringnya di mana pun dan kapan pun kaki pria itu berpijak. Terkadang aku heran sendiri, sebenarnya dia itu keturunan manusia atau setan? Rupanya sih memang manusia, tapi sifatnya? Kalian tahu sendiri jawabannya.
            Aku menyaksikan video tersebut sambil memakan popcorn yang sengaja sudah aku siapkan terlebih dahulu sebagai teman menonton. Kalian tahu? Oke, ini mungkin akan sangat memalukan jika aku memberitahunya.
            Hmmm... terkadang, popcorn yang aku masukkan ke dalam mulut keluar kembali karena aku yang tidak bisa mengatupkan mulut dengan benar. Alasannya? Karena pesona pria itu!
            Sial! Kapan pria itu terlihat biasa saja di mataku? Apa dia benar-benar ingin membunuhku?
            Kyuhyun, Sungmin oppa, dan Ryeowook oppa mulai melepas jas yang semula mereka kenakan lalu melemparkannya ke sembarang tempat. Sekarang, pria itu hanya memakai pakaian yang tersisa, yang masih membalut tubuhnya itu.
            Dia benar-benar membuatku emosi. Bagaimana tidak? Pria yang memiliki kulit seputih susu dan berperawakan tinggi seperti itu, mengenakan kaus lengan panjang berwarna putih yang ujung-ujungnya menutupi bokong pria itu, lalu celananya yang berwarna hitam. Apakah kalian tahu apa yang sedang aku pikirkan sekarang ini? Oke, aku sedang memikirkan bahwa Cho Kyuhyun sangat tampan mengenakan pakaian seperti itu.
            Namun, sekagum-kagumnya aku pada pria itu, aku masih bisa mengontrol diri. Setidaknya, sampai pria itu datang dan aku yang akan memberikan pelajaran untuknya dengan tanganku sendiri.
            Tidak terasa, ternyata video pemutaran itu pun selesai. Aku menghela napas lega. Akhirnya, sebuah ‘penderitaan’ yang aku alami beberapa saat tadi sudah berakhir. Aku segera menutup situs itu dan mematikan laptop.
            Aku berniat turun dari tempat tidur untuk menaruh mangkuk yang aku gunakan sebagai wadah popcorn di dapur. Tapi, aku hampir saja melempar mangkuk tersebut ke wajah seseorang yang kini tengah berdiri di dekat ranjangku sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
            “Yak! Kau membuatku terkejut saja,” protesku sambil memungut mangkuk yang pada akhirnya terjatuh di lantai.
            Pria itu menaikkan kedua alisnya. “Jadi, sekarang kau diam-diam berubah status menjadi seorang fangirl?” tanyanya.
            Bisa kalian tebak siapa? Yap! Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?
            Aku memasang wajah tak peduli di hadapannya. “Lalu, apa pedulimu?”
            Kyuhyun menurunkan kedua tangannya lalu duduk di tepi ranjang. “Kenapa saat itu kau menolak ajakanku? Sekarang? Kau malah menontonnya dalam sebuah video. Hei, kau tahu? Menyaksikan kami secara langsung tanpa terhalang layar kaca, itu lebih mengasyikkan,” celotehnya mulai mengeluarkan argumen yang menurutku sangat konyol.
            “Apanya yang mengasyikkan?” dengusku.
            “Karena, melihat wajah tampan sepertiku secara langsung, tidaklah mudah. Kau seharusnya bersyukur bisa melihat wajah tampanku setiap hari. Kau tidak tahu kan bagaimana para penggemarku bersusah payah mengumpulkan uang dan meminta izin pada orangtuanya hanya untuk melihat konser kami?” katanya.
            Aku tersadar bahwa aku sedang memegang mangkuk plastik berwarna biru muda, jadi, tanpa permisi aku layangkan mangkuk tersebut ke kepala Kyuhyun. Kebetulan yang sangat hebat, kan?
            “Kau berisik! Siapa bilang kau tampan?” sahutku kesal.
            Kyuhyun meringis. Ia mengelus-elus kepalanya. “Kenapa kau memukulku dengan benda itu, bodoh? Kalau aku tiba-tiba amnesia bagaimana? Dan akibatnya, aku melupakanmu. Apa kau mau? Dan, mengenai siapa yang bilang aku tampan, kau sendiri yang bisa menjawabnya. Tidakkah kau sadar bahwa tadi kau hampir meneteskan air liurmu saat menyaksikan penampilanku beberapa hari yang lalu?”
            Aku melongo, kemudian tertawa meremehkan. “Cih. Memangnya siapa yang hampir meneteskan air liur karena melihatmu? Aku tadi hanya terkagum pada penampilan oppadeul, bukan kau!” elakku. Ah! Kenapa ia harus mengetahui ini?
            “Hahaha. Kau pikir aku bodoh? Kau tahu aku sudah berdiri berapa lama tadi? Aku sudah berdiri di sana selama dua menitan. Kau saja yang terlalu terpesona denganku sehingga sama sekali tidak mengetahui kedatanganku. Aku terlalu tampan ya, sampai membuatmu seperti itu? Maaf ya, tapi ini sudah bawaan dari lahir,” kata Kyuhyun.
            Aku hendak memukulnya lagi dengan mangkuk tapi pria itu dengan cepat mencegahnya ketika tanganku sudah melayang di udara. “Kau terlalu cepat emosi,” ucap Kyuhyun. Kemudian Kyuhyun menyapukan sebuah kecupan singkat di pipi kananku.
            “Yak!” protesku sambil menepis tangannya.
            Kyuhyun menjauhkan wajahnya. “Aku merindukanmu,” lirihnya.
            Tawaku menyembur. “MWO? Hahaha. Apa kau masih waras?”
            Kyuhyun mendecak. “Kalau pun aku sudah tidak waras, kau masih tetap mencintaiku kan?”
            Aku bergidik mendengar perkataan Kyuhyun barusan. “Menggelikkan!”
            Karena tidak terlalu ingin berdebat dengannya, aku segera turun dari ranjang dan berjalan menuju dapur.
            Ketika aku sedang mencuci mangkuk tadi dan sebuah gelas, tiba-tiba Kyuhyun memelukku dari belakang, membenamkan wajahnya di pundakku. Aku bisa merasakan bahwa pria itu sedang menghirup aroma orange di tubuhku ini.
            Setelah selesai, aku segera membalikkan tubuh dan mendelik tajam ke arahnya. “Kau kenapa, hah? Tingkahmu sudah seperti orang mabuk saja.”
            Pria itu tersenyum. “Aku memang sedang mabuk. Memabukkan dirimu, hahaha.”
            Aku mencibir. “Kau benar-benar membuatku emosi ya, Tuan Cho. Perkataanmu benar-benar terdengar menggelikkan di telingaku. Kau bukan tipe pria yang selalu mengumbar cinta di depanku. Tapi sekarang? Apa kau salah makan tadi?”
            Kyuhyun memegang kedua pundakku, sedikit mendorong tubuhku, menyudutkanku di dinding tempat pencucian piring. “Aku memang pria yang tidak senang mengumbar cinta di depanmu. Tapi, tanyakan pada dirimu sendiri kenapa aku bisa seperti ini,” katanya pelan.
            “Kenapa aku harus menanyakannya pada diriku sendiri? Yang merasakan kan kau, bukan aku. Jadi, seharusnya kau yang bertanya pada dirimu sendiri,” balasku.
            “Kau.... bisa tidak, berpenampilan biasa saja di hadapanku? Kau benar-benar inginkan meruntuhkan kendaliku, ya?” bisiknya.
            Aku menelan ludah. Sial! Pria ini sedang menggodaku ya?
            Aku mendorong tubuh Kyuhyun. Rasanya aku bisa mati sekarang juga ketika tubuh pria itu berdekatan denganku. “Tutup mulutmu! Kau ini cerewet sekali. Kau mau ku tendang, hah?”
            Kyuhyun menyeringai. “Kau mau menendangku? Menendangku ke mana dulu? Kalau kau berniat menendangku ke—“
            Aku menginjak kaki pria itu kencang. Aku tahu ke mana arah pembicaraannya. Dasar menyebalkan!
            “Rasakan!” kataku sambil berlalu pergi dari hadapannya sedangkan dia hanya meringis kesakitan sambil memegangi kaki kanannya.
            “YAK! Dasar gadis gila,” teriaknya.
            Aku yang sudah duduk di sofa sambil menyalakan televisi pun hanya membalasnya sambil tertawa. “Bukan aku yang gila, tapi kau. Tidak menyangka ya kalau kau bisa tergila-gila seperti itu padaku,” sahutku berteriak juga.
            Aku terkekeh ketika mendengar pria itu mengerang di dapur. “AAARGGHH!!”

The End
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar