Shin Ri Rin. Gadis
itu. Kini tengah berdiri di atas sebuah bukit di mana terlihat pemandangan yang
memukai hati di bawah sana. Semilir angin menyapu lembut di setiap permukaan
kulitnya dan mengibaskan rambutnya yang tergerai panjang itu.
Ia tidak tahu dan tidak pernah tahu
di mana sekarang ini kakinya berpijak. Tapi Ri Rin tidak mempermasalahkan itu.
Lagipula, apa yang dilihatnya sekarang ini bukanlah hal yang patut untuk
dikhawatirkan. Alam keindahan ini benar-benar membuat dirinya tidak bisa
berhenti untuk berdecak kagum.
“Sepertinya kau sangat mengagumi
keindahan di sini,” kata seseorang. Ri Rin menoleh dan mendapati seorang pria
berperawakan tinggi sudah berdiri di sampingnya. Mata Ri Rin berbinar sekaligus
menatap pria itu bingung. Siapa pria itu? Bukankah tadi ia sendirian di tempat
ini? Dan kenapa pria itu terlihat begitu....tampan dan menyilaukan?
Ri Rin tersadar, kemudian ia
mendengus. “Cih. Apakah kalau aku menatapmu itu berarti kau tampan? Ku rasa
tidak,” jawabnya bohong.
Pria itu mengangkat kedua bahunya
santai. “Baiklah, apa yang kau lakukan di sini, nona?”
“Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba
bisa ada di tempat seperti ini. Kau sendiri?” Ri Rin balik bertanya.
“Aku mengalami hal serupa denganmu,”
balasnya santai.
Ri Rin mengerutkan keningnya. Sama
dia bilang?
“Siapa namamu?” tanya pria itu.
Ri Rin mengerjapkan matanya. “Eh?
Oh. Nama? Shin Ri Rin,” jawabnya gelagapan. “Kau sendiri?”
“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.”
Ri Rin mengangguk.
Gadis itu kembali menatap
pemandangan indah di bawah sana. Ia tidak akan meninggalkan atau mengabaikan
kesempatan untuk melihat keindahan seperti ini. Di jaman modern seperti sekarang
ini, jarang sekali bisa ditemukan hamparan reremputan yang hijau dan diselingi
beberapa rumah penduduk di sekitarnya. Sekarang, pemerintah selalu
berlomba-lomba dalam membangun bangunan pencakar langit. Itu semakin membuat
keindahan alam berkurang. Membuat Ri Rin geram saja.
“Cantik,” seru pria itu.
Ri Rin tetap memandangi ke arah
bawah sana. “Ya. Pemandangannya memang cantik.”
“Cantik,” ulang pria itu.
Ri Rin menolehkan kepalanya ke kanan
dan sedikit terkejut ketika mendapati pria yang bernama Kyuhyun itu tengah
menatap ke arahnya sambil tersenyum manis.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Ri Rin
grogi.
Kyuhyun memiringkan kepalanya. “Kau
tidak dengar tadi? Cantik.”
“Cantik? Siapa yang cantik?”
Kyuhyun menunjuk Ri Rin. “Kau.
Memangnya siapa lagi?”
Ri Rin merasa kalau wajahnya
memanas. “Kita baru pertama kali bertemu.”
“Justru itu. Itulah kesan pertamaku
saat bertemu denganmu. Kesan yang baik, kan?” balas Kyuhyun.
Gadis itu tersenyum. “Ya. Baiklah,
terimakasih kalau begitu.”
Tiba-tiba Kyuhyun menggamit tangan
Ri Rin dan menarik gadis itu. “Yak! Kau mau membawaku ke mana?” tanya Ri Rin.
Kyuhyun tidak menjawab. Ia terus
menarik gadis itu. Sebuah pohon besar membuatnya menghentikan langkah kakinya
dan menyudutkan Ri Rin di pohon besar itu. Kyuhyun mengapit gadis itu dengan
salah satu telapak tangannya yang ia letakkan di batang pohon.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya
Ri Rin dengan suara pelan.
Kyuhyun mengelus pipi Ri Rin dengan
tangannya yang bebas. “Kau cantik.”
Tangan Kyuhyun terus menulusuri
permukaan wajah Ri Rin dan ia menghentikan kegiatan itu ketika tangannya sudah
mencapai dagu gadis tersebut. Ia memegang dagu Ri Rin dan sedikit mengangkat
wajah gadis itu agar Kyuhyun bisa dengan bebas menatapnya.
“Maaf ya, tapi aku benar-benar tidak
tahan,” kata Kyuhyun. Pria itu kemudian mencium bibir gadis itu lembut.
Ri Rin terbelalak karena perlakuan
yang tiba-tiba dari orang yang baru dikenalnya itu. Namun anehnya, tidak lama
kemudian, ia membalas ciuman pria itu.
Kyuhyun segera menjauhkan wajahnya
ketika paru-paru mereka meronta meminta oksigen. “Senang bertemu denganmu,”
ucap Kyuhyun sambil tersenyum miring.
Kemudian Kyuhyun segera melangkahkan
kakinya meninggalkan Ri Rin yang masih mematung di tempat. Ya ampun, apa yang
baru saja ia lakukan? Sial! Kenapa ia tidak bisa menahan diri dengan pria itu?
Padahal pria itu baru saja dikenalnya beberapa menit yang lalu.
“Hei, kau mau ke mana?” teriak Ri
Rin. Namun Kyuhyun tidak menyahut sama sekali.
**
Ri Rin duduk
termenung di sebuah kafe yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Ia merasa
kejadian semalam benar-benar seperti kenyataann.
Ri Rin menggelengkan kepalanya. Ia
mengaduk-aduk kopi di hadapannya tanpa ada perasaan minat sedikit pun. Otaknya
masih saja memutar ulang kejadian semalam.
Pria itu. Pria bernama Kyuhyun itu.
Aish!
Ri Rin menggelengkan kepalanya dengan gusar.
Bayangan wajah pria itu masih belum
bisa memudar dari dalam benaknya. Oke, ia mengakui bahwa pria itu tampan.
Benar-benar tampan. Ia bahkan belum pernah menemui pria seperti itu sebelumnya.
Ri Rin mengedarkan pandangannya. Ia
terbelalak ketika melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kafe tersebut.
Dan jantungnya semakin berdetak kencang tatkala pria itu juga menoleh ke
arahnya lalu tersenyum dan membuat pandangan mereka secara tidak langsung
saling bertemu. Pria itu mengenakan setelan jas kantoran yang membalut tubuh
tegapnya.
Ri Rin hampir mati rasanya ketika
pria itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana ia sedang duduk
sekarang.
Dan tanpa permisi, pria itu
mengambil tempat duduk tepat di hadapan Ri Rin.
“Hei, senang sekali bisa bertemu
denganmu lagi, sayang,” katanya.
Ri Rin menganga. “Sayang? Sejak
kapan aku menjadi kekasihmu?”
“Cantik. Kau dengar? Cantik. Apa kau
lupa kejadian semalam?” tanyanya yang semakin membuat Ri Rin tidak bisa
mengatupkan mulutnya.
Jadi....
pria ini juga mengalaminya? Bagaimana bisa?
Ri Rin menelan ludah. “Aku tidak
lupa.”
Pria tersebut menjulurkan tubuhnya.
“Tidak menyangka aku akan bertemu denganmu lagi. Ohya, mulai sekarang kau
menjadi kekasihku ya?”
“Apa?! Menjadi kekasihmu? Kita baru
bertemu dua kali. Semalam dan sekarang,” sungut Ri Rin.
“Tapi kan semalam....” pria itu
menunjuk bibirnya kemudian menunjuk bibir Ri Rin.
Ri Rin tersentak. Ia segera
memegangi bibirnya.
“Masih terasa, kan?” lanjut pria
itu.
Ri Rin tidak menjawab.
“Pokoknya, aku tidak menerima
penolakan darimu. Karena kejadian semalam, kau resmi menjadi kekasihku. Senang
bisa menjadikanmu kekasihku....sayang,” kekeh pria itu. Ia kemudian menyapukan
sebuah kecupan singkat di pipi Ri Rin.
“Yak Cho Kyuhyun!” bentaknya.
“Kenapa? Terima saja. Lagipula,
tidak ada ruginya menjadi kekasihku. Ayo, aku ingin mengajakmu jalan-jalan,”
ucap Kyuhyun sambil menarik Ri Rin pergi ke luar kafe.
Ri Rin mendesah dalam hati.
Ya
ampun, ternyata kejadian semalam benar-benar menjadi kenyataan? Ya Tuhan!
Kenapa ini terjadi padaku? Ah! Ini benar-benar mimpi buruk. BENAR-BENAR MIMPI
BURUK!!!
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar